Haduh, karena udah mulai masuk sekolah, udah banyak tugas, banyak peer, banyak beban (anak sekolaan gitulohh) jadi saya jarang posting... jari jemari ini jadi lebih banyak digunakan untuk mengetik tugas2 dari bapak dan ibu guru tercinta, TETAPI.. barusan saya menemukan sebuah cerpen yang bbaagussss BGT #yaiyalah, masa bkinan sendiri dibilang jelek. Tampaknya, sepertinya, kelihatannya sih,,,, tu cerpen udah lama banget,, mungkin telah dibuat sekitar 2 tahun yang lalu. Yodah GPL cekidot.....
LOMBA
“Wah, udah jam setengah delapan”, seru Wida yang sedang asik tidur-tiduran di atas sofa. “Kalau begitu ayo kita berangkat teman-teman!!!” sambung Zahra sambil memasukkan seluruh perlengkapan ke dalam ransel hitam miliknya. “Teman-teman sambil menuggu Nisa dan Tiwi, mobilnya aku panaskan dulu ya!!!” Jerit Rani sambil berlari menuju mobil putihnya. 10 menit kemudian terdengar suara Tiwi dan Nisa yang berasal dari ruang makan,” Teman-teman ayo berangkat, nanti kesiangan lo…”, “yang bikin kesiangan kan kalian sendiri’, gerutu wida. “Yasudah-sudah jangan bertengkar terus ayo cepat masuk ke mobil, jangan lupa barang bawaannya masing-masing…Rani udah kering tuh nungguin kalian selesai berantem,” ucap Zahra dengan lemah lembut, “oh ya Wida, jangan lupa kunci rumah lu.. ntar bokap lu marah”, sambung Zahra, “OK Bos”.
Rupanya di pagi yang cerah ceria itu, Rani, Zahra, Tiwi, Wida dan Nisa akan mengikuti perlombaan JELAJAH JALAN RIMBA atau sering disingkat LJJR yang rutin diselenggarakan Pemkot Bandar Lampung 2 th sekali. Dan tahun ini mereka berlima telah siap untuk mengikuti perlombaan tersebut yang akan dimulai tepat pukul 08.00 pagi ini, sementara waktu yang dibutuhkan mereka berlima untuk tiba dengan selamat di tempat tujuan adalah kurang lebih 30 menit.
Hahaha…. Mereka pasti terlambat, gara-gara siapa lagi kalau bukan Anisa. Nisa selalu saja sibuk bersolek setiap kali ingin bepergian bahkan untuk mengikuti perlombaan LJJR dengan rute ke hutan, naik gunung, turun gunung, nyebrang sungai saja dandannya abis-abisan. Berbeda halnya dengan Rani, Wida dan Zahra, mereka bertiga gak suka dandan tapi memang mereka bertiga udah cantik. Selain cantik, rani itu pintar, kalau Zahra orangnya religious, dan kalau Wida orangnya lucu dan asik. Tiwi lain lagi, dia orangnya cuek dan jarang ngomong jadi terserah orang mau menilainnya seperti apa. Mereka berlima sudah mulai bersahabat sejak kelas 1 sd dan uniknya lagi mereka berlima selalu saja sekolah di sekolahan yang sama dan bahkan tidak jarang mereka berlima duduk di kelas yang sama.
30 Menit kemudian….
“tu…kan terlambat!!!, liat tuh peseta yang lain lagi apel, udah buruan kalian berempat turun duluan aja, aku cari parkiran dulu ntar aku nyusul!!!” seru Rani dengan nada tergesa-gesa. Mereka berempat langsung turun dan mengambil nomor peserta kemudian segera berbaris di tempat yang telah disediakan , tidak lama kemudian Rani datang menyusul sambil berbisik,” Huh untung aja ada Apel kalo gak, kita pasti udah didiskualifikasi.” “ia ini semuakan gara-gara nisa dandannya kelamaan’’ tambah Wida dengan nada sinis.
Setelah apel selesai, Ketua Panitia menggunting pita merah sebagai tanda dimulainya perlombaan. Dan sebelum seluruh peserta diberangkatkan, Ketua Panitia memberikan sepatah dua patah amanat
“ehm…ehm..test..test…, Ok baiklah adik-adik semua, assalamualaikum dan selamat pagi, sebelum kalian berangkat bapak akan memberikan sedikit pembekalan agar kalian bisa kembali dengan selamat. Jadi begini.., tolong diperhatikan ya adik-adik semua.. Garis start dan garis finish berada dalam satu kawasan yang sama. Untuk mencapai garis finis kalian semua harus melewati rute yang cukup panjang yaitu kurang lebih 8 km dan harus selesai dalam waktu lima jam dengan berjalan kaki. Peserta tidak diperbolehkan membawa jam tangan, kompas dan alat komunikasi. Kalian tidak perlu khawatir karena panitia telah menyiapkan pengamanan yang cukup ketat sehingga apabila kalian keluar dari rute maka kalian akan dipulangkan kembali ke garis start dan dianggap gugur. Dan panitia hanya memberikan satu lembar peta dan kami harap kalian dapat mempergunakannya dengan baik. Panitia juga telah menyiapkan petunjuk-petunjuk dan rintangan-rintangan yang harus kalian pecahkan agar dapat tiba di garis finish dengan selamat. Sekian dari saya, selamat jalan dan sampai jumpa.” Tiba-tiba, “DOOORRRRR,” suara tembakan menandakan dimulainya perlombaan LJJR.



2 twitwitwit:
loh bersambung ceritanya ?
wah penasaran nih.
yaudah deh ditunggu sambungannya..
btw, salam kenal yaa^^
hahaha ia mba :)
cerpannya gantung, lanjutannya ilang ntah kemana
salam kenal jugaaa :)
Post a Comment